Torehan Kisah dan Perjalanan

Entries categorized as ‘Inspirasi’

Kisah hidup dan kegagalan pendiri HONDA

November 17, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Perhatikan dan amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada kendaraan bermerek Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merek kendaran HONDA ini memang selalu menyesaki padatnya lalu lintas. Karena itu barangkali memang layak disebut sebagai raj jalanan.

siapakah sebenarnya HONDA…? sang pembuat merek tersebut adalah Soichiro Honda

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri kerajaan bisnis
Honda — Soichiro Honda — selalu diliputi kegagalan saat menjalanikehidupannya sejak kecil hingga berbuah lahirnya imperium bisnis mendunia itu. Dia bahkan tidak pernah bisa menyandang gelar insinyur. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun, ia terus bermimpi dan bermimpi. Dan, impian itu akhirnya terjelma dengan bekal ketekunan dan kerja keras. ”Nilaiku
jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya di sekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur Soichiro, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengidap lever.

Kecintaannya kepada mesin, jelas diwarisi dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah. Di kawasan inilah dia lahir. Kala sering bermain di bengkel, ayahnya selalu memberi catut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906 ini dapat berdiam diri berjam-jam. Tak seperti kawan sebayanya kala itu yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain penuh suka cita. Dia memang menunjukan keunikan sejak awal. Seperti misalnya kegiatan nekad yang dipilihnya pada usia 8 tahun, dengan bersepeda sejauh 10 mil. Itu dilakukan hanya karena ingin menyaksikan pesawat terbang.

Bersepada memang menjadi salah satu hobinya kala kanak-kanak. Dan buahnya, ketika 12 tahun, Soichiro Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Sampai saat itu, di benaknya belum muncul impian menjadi usahawan otomotif. Karena dia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya selalu rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke kota, untuk bekerja di Hart Shokai Company. Bossnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja di situ, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, Saka Kibara mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya kian membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya tak jarang hingga larut malam, dan terkadang sampai subuh. Yang menarik, walau terus kerja lembur otak jeniusnya tetap kreatif.

Kejeniusannya membuahkan fenomena. Pada zaman itu, jari-jari
mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik untuk kepentingan meredam
goncangan. Menyadari ini, Soichiro punya gagasan untuk menggantikan
ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamny laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia.

Pada usia 30 tahun, Honda menandatangani patennya yang
pertama. Setelah menciptakan ruji. Lalu Honda pun ingin melepaskan
diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Mulai saat itu dia
berpikir, spesialis apa yang dipilih ? Otaknya tertuju kepada
pembuatan ring piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada
1938. Lalu, ditawarkannya karya itu ke sejumlah pabrikan otomotif.
Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak
memenuhi standar. Ring Piston buatannya tidak lentur, dan tidak laku
dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu dan
menyesalkan dirinya keluar dari bengkel milik Saka Kibara. Akibat
kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian,
kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi,
soal ring pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari
jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin.

Siang hari, setelah pulang kuliah, dia langsung ke bengkel
mempraktekkan pengetahuan yang baru diperoleh. Tetapi, setelah dua
tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang
mengikuti kuliah. ”Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak
diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang
hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang diusia mudanya
gandrung balap mobil. Kepada rektornya, ia jelaskan kuliahnya bukan
mencari ijazah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap
penghinaan. Tapi dikeluarkan dari perguruan tinggi bukan akhir
segalanya. Berkat kerja kerasnya, desain ring pinston-nya diterima
pihak Toyota yang langsung memberikan kontrak. Ini membawa Honda
berniat mendirikan pabrik. Impiannya untuk mendirikan pabrik mesinpun
serasa kian dekat di pelupuk mata.

Tetapi malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap
perang, tidak memberikan dana kepada masyarakat. Bukan Honda kalau
menghadapi kegagalan lalu menyerah pasrah. Dia lalu nekad
mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik.
Namun lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya
terbakar, bahkan hingga dua kali kejadian itu menimpanya.

Honda tidak pernah patah semangat. Dia bergegas mengumpulkan
karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang
dibuang oleh kapal Amerika Serikat, untuk digunakan sebagai bahan
mendirikan pabrik. Penderitaan sepertinya belum akan selesai. Tanpa
diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga
diputuskan menjual pabrik ring pinstonnya ke Toyota. Setelah itu,
Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang, Jepang kekurangan
bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak poranda. Sampai-sampai
Honda tidak dapat menjual mobilnya akibat krisis moneter itu. Padahal
dia ingin menjual mobil itu untuk membeli makanan bagi keluarganya.

Dalam keadaan terdesak, ia lalu kembali bermain-main dengan
sepeda pancalnya. Karena memang nafasnya selalu berbau rekayasa
mesin, dia pun memasang motor kecil pada sepeda itu. Siapa sangka,
sepeda motor– cikal bakal lahirnya mobil Honda — itu diminati oleh
para tetangga. Jadilah dia memproduksi sepeda bermotor itu. Para
tetangga dan kerabatnya berbondong-bondong memesan, sehingga Honda
kehabisan stok. Lalu Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak
itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut
mobilnya, menjadi raja jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Semasa hidup Honda selalu menyatakan, jangan dulu melihat
keberhasilanya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah
kegagalan-kegagalan yang dialaminya. ”ORANG MELIHAT KESUKSESAN SAYA HANYA SATU PERSEN. TAPI, MEREKA TIDAK MELIHAT 99 PERSEN KEGAGALAN SAYA,” tuturnya. Ia memberikan petuah, ”KETIKA ANDA MENGALAMI KEGAGALAN, MAKA SEGERALAH MULAI KEMBALI BERMIMPI. DAN MIMPIKANLAH MIMPI BARU.” Jelas kisah Honda ini merupakan contoh, bahwa sukses itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, dan hanya berasal dari keluarga miskin

Kategori: Inspirasi

Modal Uang Bukan segalanya

Mei 27, 2008 · & Komentar

 

Modal Uang Bukan segalanya


Tak sedikit orang yang kalau ditanya kenapa tidak tertarik memulai
bisnis sendiri, jawabannya selalu ‘tidak punya modal uang untuk
memulai’. Demikian juga, kalau ada orang atau kawan yang sukses
membangun bisnisnya, cenderung mengatakan ‘ ya terang saja dia sukses
karena dia punya modal uang yang cukup. Yang terang saja bapaknya dia
kan anu, mertuanya begini begini… dan sebagainya”. Pendeknya, banyak
yang mengidap keyakinan bahwa modal uang adalah segalanya dalam
kesuksesan membangun bisnis. Kunci suksesnya sangat ditentukan pada
besarnya kepemilikan modal uang ini.

 

Sesungguhnya kalau kita tanya ke pengusaha sukses yang benar-benar
sukses – bukan pengusaha karbitan — modal uang itu memang penting,
namun bukan segala-galanya. Modal bukan satu-satunya penentu sukses.
Bahkan, dalam kenyataanya tak sedikit pengusaha yang sukses mesti
tanpa dukungan modal yang cukup. Kenapa? Karena, bagi mereka, yang
terpenting dalam bisnis adalah membangun nama baik dan trust ( di
hadapan mitra bisnis, konsumen, supplier, mitra pemodal, dll). Sudah
banyak bukti, banyak orang yang sebenarnya tidak punya uang modal,
tapi karena punya keahlian pada suatu bidang dan ia dipercaya oleh
orang alias ada orang lain yg trust kepadanya sehingga kemudian
menawari modal untuk memulai usaha. Jadi bukannya meminta, malah
ditawari modal.

Sejauh pengamatan saya bertemu pengusaha sukses dari perlbagai
kalangan, pebisnis yang punya pola pikir ‘modal uang adalah segalanya’
justru kemampuan untuk survive-nya lebih lemah dari yang lebih
mengedepankan kerja keras dan membangun trust. Lihatlah bisnis
anak-anak pejabat atau anak politisi yang biasanya hanya punya masa
jaya ketika orang tua atau patronnya masih berjaya di politik atau
pemerintahan. Ketika orang tuanya masih berjaya di panggung politik
atau pemerintahan, si anak mudah cari modal. Bisa minta si A, Si B,
menekan sana-sini, bahkan kalaupun pinjam kredit ke bank juga lebih
dimudahkan. Namun ketika orang tua atau patronnya lengser, ia menjadi
kehilangan separoh lebih daya saingnya (competitiveness) sehingga
bisnisnya pun makin memudar. Saya kira banyak sekali contoh seperti
itu, bahkan mungkin sangat dekat dengan lingkungan Bapak/Ibu sekalian
atau mungkin malah kawan Bapak/ibu sendiri.

 

Sebaliknya, saya punya beberapa relasi baik pengusaha yang modalnya
hanya beberapa juta atau ratus ribu rupiah, namun bisa sukses karena
pandai membangun trust dan mengedepankan kerja keras/tekun. Ada
kenalan saya pengusaha, namanyaPak Rudy Suardana. Kalau orang
Kalimantan Timur rasanya pasti akan kenal orang ini karena beliau
adalah main dealer untuk Suzuki di seluruh propinsi Kaltim, baik untuk
motor maupun mobil. Beliau juga pengembang (developer) yang membangun
Sudirman Square di Balikpapan, Kariangau Trade Center, Perumahan Bumi
Nirwana Asri, Sentra Samarinda Seberang, dll. Samekarindo Group
biasanya orang Kaltim tahu. Nah, beliau waktu memulai usaha modalnya
hanya dipercaya orang. Ada kawannya dealer di Surabaya yang meminta
dia menjualkan motor Suzuki ke relasi-relasi dia. Jadi polanya ia
membawa dagangan, dititipin oleh kawannya itu. Dia tak pakai modal.
Ini bisa terjadi karena kawannya itu sudah trust ke Pak Rudy sehingga
berani menitipkan dagangannya untuk dijualkann Pak Rudy. Dari situlah
ia kemudian berkembang menjdi pengusaha besar, padahal masa kecilnya
dibesarkan di panti asuhan. Ia tak hanya di otomotif namun juga properti.

Ada relasi saya lagi, namanya Bu Winita Kusnandar, beliau adalah
konsultan hukum bisnis terkemuka Jakarta yang perusahannya (Kusnandar
& Co) termasuk dalam Indonesian 10 Largest Law Firm di Indonesia.
Beliau sekarang juga punya bisnis pendidikan dan properti. Jangan
pikir ketika dulu memulai usaha dia punya modal banyak uang. Dia dulu
juga karyawan di perusahaan konsultan hukum pada umumnya yang kemudian
ditawarin oleh seorang konglomerat yang menjadi kliennya untuk buka
law firm sendiri. Jadi konglomerat yang jadi klien itu tahu reputasi
Bu Winita dan kemudian menawari ‘kenapa nggak buka law firm sendiri
saja?” sembari menawari pinjaman modal uang untuk sewa kantor di Jl
Rasuna Said. Dari situ Bu Winita pun sukses membangun law firmnya dan
kini bisnisnya sudah merambah ke properti, sekolahan, hotel, konsultan
manajemen dan keuangan, furnitur, dll.

 

Disini pesannya, modal uang bukan segalannya. Dalam membangun bisnis
yang lebih penting adalah memupuk nama baik dan trust. Anda boleh saja
bangkrut dan kehabisan modal, tapi percayalah, Anda masih bisa bangkit
bermodalkan nama baik dan trust orang lain kepada Anda. Saya kira
sangat banyak contoh akan hal ini. Bagi yang ingin melihat lebih dalam
bagaimana orang2 bermodal terbatas bisa sukses menjadi pengusaha
besar, silahkan baca buku ‘10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS

 

DARI 0′, disusun Sudarmadi dan diterbitkan Gramedia. Di dalamnya juga
diulas ada kisah Pak Rudy Suardana dan Buku Winita Kusnandar yang
sempat saya singgung tadi.

Salam hormat dan semoga sukses untuk Bapak/Ibu sekeluarga. Amiin..

Kategori: Inspirasi

Ketika Gladiol Bersemi

Mei 12, 2008 · & Komentar

Ketika Gladiol Bersemi

 

Setelah serial Cerita di Balik Kisah yang menceritakan Si Kun San, yang disiarkan di DAAI TV setiap jam 7, aku benar-benar menjadi kecanduan lihat drama DAAI TV,  karena pada jam 9 ada siaran  Ketika Gladiol Bersemi (KGB). Sebelumnya aku gak tahu jika pada 2007 drama ini sudah pernah disiarkan. Setelah aku cari di internet, ternyata banyak sekali penggemar serial ini.

Ketika Gladiol Bersemi merupakan sebuah drama seri televisi yang ditayangkan stasiun DAAI TV Jakarta. Diangkat dari kisah nyata pengusaha-pengusaha sukses dari keluarga Pak RT Gao yang tinggal di Taiwan. Beruntung saya bisa mengikutinya meski bukan dari awal benar. Karena banyak hal yang bisa saya ambil sebagai pelajaran dalam hidup ini.

Keluarga Pak RT Gao awalnya adalah sebuah keluarga petani yang hidup di Danau Rebung, yakni sebuah wilayah gunung bambu yang tandus dan susah ekonominya. Keluarga ini terdiri atas:

Kakek. Ia seorang yang begitu mencintai sastra sehingga berkenan memberikan pendidikan dan pengajaran bagi para tetangganya. Ia pun rajin memberikan petuah-petuah dan nasihat-nasihat bijak kepada cucu-cucunya.

Pak RT Gao. Ia seorang petani yang tekun, ulet, senang berderma dan suka membantu orang lain. Ia rela mengeluarkan hartanya untuk mereka yang memerlukan. Ia cerdas, senang melakukan riset tentang tanaman bunga dan selalu bekerja mulai dinihari dan pulang pada petang hari.

Ibu RT. Ia adalah tipe wanita yang hemat. Tidak suka berfoya-foya. Setiap pengeluaran perlu pertimbangan yang matang. Meski terkadang dianggap terlalu berlebihan, tapi sebenarnya sikap itulah yang justru bisa membuat keluarga Gao bisa eksis. Bisa dibayangkan bila ibu tidak bersikap hemat. Tentu anak-anaknya akan sulit mendapatkan pendidikan yang memadai.

Lokasi syuting drama ini sekarang menjadi daerah kunjungan wisata. Pada saat lagi booming, sekitar Sept-okt 2005, ada beberapa tour lokal yang menyelenggarakan paket wisata menuju titik-titik syuting drama ini di gunung Yang Ming (Yang Ming Shan).

 

Drama ini merupakan drama Daai TV yang paling cepat menyebar hanya dari mulut ke mulut.Ketiga saudaranya yang perempuan akhirnya juga bergabung di Tzu Chi dan salah satunya menjadi relawan di Stasiun Daai TV Taipei. Hingga hari ini, di desanya di Yang Ming-shan, keluarga Gao masih menjadi keluarga yang sangat dihormati, meskipun anak-anaknya sendiri sudah jarang ke sana. Drama ini mengangkat posisi Daai TV di Taiwan ke posisi 3 untuk waktu prime time yang persaingannya sangat ketat.

 

Melihat drama ini aku jadi lebih bersemangat, mengingat aku juga berasal dari keluarga besar. Tidak jarang aku menangis tertawa dan termenung mengingat tingkah mereka. Apalagi usai acara ini selalu ada wawancara dengan para tokoh asli maupun aktris yang berperan.

 

Sangat inspiratif dan menyenangkan

 

Jangan Lupa  Menonton yak…

  

 

Kategori: Inspirasi

Belajar dari Kun San

April 28, 2008 · & Komentar

Tadi malam sejak jam 7 aku istirahat setelah seharian capek banget syukuran rumah. Enggak sengaja aku melihat siaran DAAI TV yang ada di channel 15. Sebenarnya aku udah lama memperhatikan siaran TV yang menurut aku sangat mendidik. TV milik yayasan Budha Tzu chi ini beritanya memang beda. Tayangan pendidikan, lingkungan dan pengentasan kemiskinan sepertinya menjadi tema unggulan yang dikemas secara cerdas.

Pada awalnya memang agak membosankan,tapi jika lama-lama di cermati, maka apa yang disampaikan sangat berguna bagi kehidupan kita sehari-hari. Yayasan yang sukses melakukan recycle sampah terbesar di Taiwan ini menampilkan juga beberapa tokoh lingkungan yang dekat di hari rakyat. Pengolahan sampah dan upaya konservasi disampaikan dengan contoh yang menarik.

Selain itu ada juga kata-kata bijak yang disampaikan secara berkala pada pemirsa. Namun bukan itu yang membuat aku tertarik.  Aku suka dengan kisah inspiratif yang diambil dari kisah nyata. Acara yang disiarkan jam 11 malam ini sangat bagus. Seperti yang aku lihat tadi malam.

Aku agak lupa juduknya tapi yang jelas kisah nya begini:

Seorang bocah SD bernama Kun San setiap harinya bekerja dengan keras membantu orang tuanya di rumah. Ayahnya seorang penjudi dan ibunya berjualan dari tanaman hasil bercocok tanam. Kun San anak yang cerdas. Memiliki seorang kakak dan dua adik, dia anak kedua dari empat bersaudara. Saat sekolah SD ia terkadang lupa tidak mengerjakan pekerjaan rumah karena sibuk membantu orang tuanya. dia juga tidak bisa pergi berdarmawisata dengan teman-temannya ke sebuah pantai terkenal di Taiwan karena tidak punya uang. meski sedih Ibu Kun San selalu menasehari anaknya dengan mengatakan bahwa semua pantai itu sama.

Jelang lulus SD Kunsan lulus dengan nilai baik dan menyerahkan ijazah SDnya kepada sang ayah. Tapi ayahnya cuek aja dan segera menyuruh Kun San bekerja di perusahaan pakan ternak. meski masih bocah ia pekerja keras. Tiap hari ia naik sepeda dengan riang, terkadang dia ketemu dengan teman2 sekolahnya yang melanjutkan ke SMP. Dia tidak iri, dia sangat memahami kondisi dan tidak pernah sekalipun ia mengeluh.

Bertahun-tahun ia bekerja di perusahaan pakan ternak meskipun gajinya kecil. setiap ia gajian diserahkan semua pada ibunya. Saat makan siang ia selalu mendapat jatah makan siang yang selalu ia bawa ke rumahnya dan ia makan bersama ibunya.

Pendidikan orang tua yang diberikan ibunya sangat terpatri di jiwa bocah lugu ini. selang beberapa tahun kemudian ia pindah kerja mencari kerja yang lebih besar. ya, semalam baru sampai itu aja ceritanya, besok aku lanjutin.

Banyak pelajaran yang membuat  aku menangis dan berlinang air mata saat melihat jalan hidup Kun San, aku merasa bahwa aku kurang bersyukur dengan apa yang sudah aku raih selama ini seringkali mengeluh dan cepat bosan akan pekerjaan. Padahal seharusnya aku tidak demikian. Kun San yang pantang menyerah senantiasa menjalani hidup ini dengan senyuman, dengan sederhana.

Aku harus banyak belajar dari Kun San.   

 

Kategori: Inspirasi

Apabila anda Sakit Hati

Maret 4, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Apabila anda sakit hati

Jangan bertanya bagaimana rasanya sakit hati. Jangan pula bertanya
siapa yang membuat hati terasa pedih, perih, dan nyeri. Sulit diungkapkan,
tapi sangat jelas menyayat dada bagian dalam. Sakit hati adalah sakit dari
segala sakit. Mungkin Anda pernah mengalaminya.

Sakit hati tidak selalu disebabkan oleh putus cinta, tetapi bisa juga
disebabkan oleh perbedaan pendapat atau pertentangan dengan teman
atau anggota keluarga. Namun, sakit hati hampir sama rasanya dengan putus
cinta, demikian juga dampaknya.

Siapa pun Anda, pasti ingin dicintai, mencintai, dipercayai, dan
mempercayai orang lain. Tetapi, ketika sakit hati tiba, sulit bagi
Anda untuk kembali memaafkan dan mempercayai orang yang melakukannya.
Bahkan Anda mungkin merasa sulit untuk membuka hati dan perasaan kepada
orang lain yang tidak tahu apa-apa.

Ini adalah dilema yang harus dihadapi. Terserah Anda, memilih untuk
berjalan sendiri atau melanjutkan hubungan setelah apa yang terjadi.
Satu hal yang pasti, hidup akan terus berjalan dengan atau tanpa sakit
hati.

Berdasarkan pengalaman beberapa sumber dapat disimpulkan bahwa
belajar untuk membuka kembali hati, perasaan cinta dan rasa percaya kepada
orang-orang yang pernah menyakiti atau orang lain yang, suatu saat
nanti, akan menyakiti Anda, merupakan hal yang penting. Kenapa?

Karena cepat atau lambat, setiap orang akan menyakiti dan disakiti
hatinya.
Oleh sebab itu, akan lebih baik apabila Anda menyadari bahwa tidak
ada satu orang pun di dunia ini yang luput dari sakit hati, termasuk Anda.

Anggaplah sakit hati sebagai hal biasa.
Tanpa bermaksud mengurangi rasa percaya kepada orang-orang yang Anda
cintai, ada baiknya Anda menyadari bahwa siapa pun dia, teman biasa,
sahabat, pacar atau keluarga dan sebaik apa pun dia, suatu saat nanti
akan menjadi orang yang menyakiti Anda – walaupun mungkin tidak disengaja.

Oleh sebab itu, ada baiknya apabila Anda menganggap bahwa mereka
tidak serius dengan ucapannya. Anda bisa menganggapnya angin lalu atau bisa
mengatakan kepada diri bahwa perbuatan mereka sebenarnya tidak
ditujukan kepada Anda. Cuek saja, jangan dimasukkan ke hati.

Belajar untuk bertanggung jawab dan menghargai orang lain juga sangat
penting. Coba bertanya pada diri, apa yang tidak dinginkan dalam
hubungan Anda, apa yang bisa membuat Anda sakit hati, dan apa yang Anda ingin
orang lain lakukan. Buatlah daftarnya dan coba utarakan hal itu kepada
orang-orang di sekitar Anda.

Apabila Anda sakit hati lagi, ada baiknya mengingat cara mengatasi
sakit hati terdahulu. Tetapi mencoba keluar dari masalah dan melupakannya
dengan cepat, akan sangat membantu. Apabila perlu, hang out bersama
teman-teman dan alihkan perhatian kepada pekerjaan atau olah raga.

Anda juga perlu mengetahui bahwa kata kunci untuk menyelamatkan diri
dari sakit hati adalah bukan percaya kepada orang lain tetapi percaya
kepada diri sendiri dan perasaan Anda. Ingatlah bahwa tidak ada jaminan
orang lain tidak akan menyakiti perasaan Anda.

Berusahalah menjadi orang baik, sopan, bijak, peduli kepada orang
lain dan dapat dipercaya. Untuk menjadi itu semua, tentu saja Anda harus dapat
mempercayai diri sendiri agar Anda merasa bebas berbuat dan menentukan
hubungan.

Berkomunikasi secara efektif dan lugas sangat penting. Ungkapkan
perasaan Anda, apa yang disukai dan apa yang dibenci. Hal itu sangat membantu
orang lain mengerti Anda dan berusaha untuk tidak melakukan tindakan
yang mungkin bisa menyakiti hati Anda.

Belajar mempercayai opini sendiri mengenai diri, tindakan dan
perbuatan Anda adalah lebih penting dari mempercayai opini orang lain. Bisa
jadi Anda justru bertambah sakit hati dengan opini mereka. Belajarlah untuk
percaya dan hargai diri Anda sendiri.

Hal paling utama yang harus Anda lakukan adalah belajar memaafkan kesalahan
orang lain karena memaafkan adalah hal paling baik dalam sebuah hubungan.

Kategori: Inspirasi

Keahlian Mengelola Uang orang Jepang

Februari 27, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Keahlian Mengelola Uang orang Jepang
Bangsa Jepang percaya pemborosan dan
penyia-nyiaan waktu, tenaga, dan uang
perlu dihindari untuk meningkatkan daya
pengeluaran pada tahap optimal.
PENGELOLAAN JEPANG memberi tekanan pada usaha membangun dan memaksimalkan penggunaan tenaga kerja tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan. Para pekerja tidak hanya diberi pelayanan sewajarnya, tetapi juga dianggap sebagai komponen penting dalam sebuah organisasi. Setiap pandangan dan pendapat para pekerja ikut dipertimbangkan. Para pekerja juga dilibatkan dalam proses membuat keputusan.
Bangsa Jepang percaya pemborosan dan penyia-nyiaan waktu, tenaga, dan uang perlu dihindari untuk meningkatkan daya pengeluaran pada tahap optimal dan memastikan setiap pekerjaan dilakukan sebaik-baiknya. Karena itulah, bangsa Jepang sangat menghargai waktu dan jarang mengobrol saat bekerja. Waktu yang digunakan saat menempuh perjalanan ke tempat kerja mereka gunakan untuk membaca. Tidak heran bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang gemar membaca. Di sana, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat.
Pekerja-pekerja Jepang juga merasa memiliki tanggung jawab pada organisasi dan perusahaa. Jadi, seluruh tenaga dan komitmen mereka dicurahkan untuk kemajuan perusahaan mereka. Masa depan, hidup dan mati mereka adalah bersama-sama dengan perusahaan Aspek kemanusiaan yang ditekankan dalam organisasi Jepang berhasil melahirkan pekerja yang rajin, setia, disiplin, dan tahu menghargai segala hal yang telah diberikan untuk mereka.
Keberhasilan organisasi dan perusahaan Jepang bergantung pada para pekerjanya. Para pekerja memiliki kedudukan istimewa dalam perusahaan. Insentif diberikan pada mereka berdasarkan prestasi, bukan pangkat atau jabatan. Kenaikan pangkat dan jabatan dianggap sebagai suatu pengakuan dan penghargaan bukan sesuatu yang perlu dikejar. Mereka melakukan yang terbaik untuk organisasi dan perusahaan. Hadiah dan bonus berupa kenaikan gaji dan pangkat merupakan perkara kedua.
Satu lagi sifat yang menjadi faktor penting dalam kesuksesan bangsa Jepang adalah sikap mereka yang suka dan pintar menyimpan uang. Dalam hal ini, bangsa Jepang menduduki peringkat kedua setelah bangsa Italia. Menyimpan uang sudah menjadi tradisi bangsa Jepang secara turun menurun. Keadaan geografis negara mereka yang bergunung-gunung dan sering dilanda gempa bumi mengajarkan mereka untuk selalu siap sedia menghadapi segala kemungkinan. Menyimpan uang adalah suatu sifat yang baik dan menjadi salah satu formula penting keberhasilan bangsa yang maju di dunia ini. Selain Jepang, bangsa Cina juga dikenal sebagai bangsa yang pintar menjaga dan mengatur uang. Kemahiran dan sikap hemat dalam mengurus uang adalah jaminan utama sukses keuangan sebuah bangsa di mana saja.
Walaupun Jepang negara yang maju dengan penduduk berpendapatan per kapita tertinggi di dunia, tetapi kehidupan mereka tidak semudah yang dibayangkan. Biaya hidup di Jepang sangat tinggi. Peningkatan biaya pendidikan, pengobatan, sarana hidup, dan penguburan mendorong mereka untuk menabung dan menyimpan pendapatannya untuk kehidupan di hari tua.
Bangsa Jepang tidak suka hidup dengan berlebihan, meski mereka mampu melakukannya. Namun, sikap ini semakin terkikis di kalangan generasi baru. Mereka senang menghabiskan waktu dan uang mereka dengan mencari hiburan dan melancong ke luar negeri. Situasi ini berbeda dengan generasi lama yang hidup dalam kesusahan dan penderitaan, khususnya setelah Perang Dunia II. Golongan ini memasukkan setiap pendapatan mereka ke dalam tabungan. Hal ini jarang dilakukan bangsa lain.
Menurut sebuah penelitian, sejak sepuluh tahun lalu, jumlah tabungan dan simpanan keluarga di Jepang menunjukkan peningkatan berkelanjutan, sehingga mereka mampu membayar utang dalam waktu singkat. Pengelolaan sumber keuangan yang pintar adalah faktor lain yang mendorong kesuksesan ekonomi Jepang. Tabungan yang dibuat di setiap rumah memungkinkan mereka menikmati taraf hidup yang tinggi dibandingkan peningkatan biaya setiap tahun. Jadi, setiap orang Jepang memiliki saham dan kepentingan dalam kesuksesan yang dicapai negaranya.
Berbeda dengan masyarakat Barat yang suka hidup berlebihan dan bersikap acuh tak acuh pada kualitas tugas dan barang yang dihasilkan. Orang Barat suka berbelanja dan membeli barang yang tidak mereka perlukan. Bangsa Jepang hanya membeli barang yang mereka perlukan dan menjalani kehidupan yang sederhana.
Bangsa Jepang tidak suka berutang karena melibatkan harga diri. Kaum barat menjalankan gaya hidup berutang dan menyebabkan timbulnya berbagai masalah sosial dan ekonomi yang serius dalam masyarakatnya. Contohlah bangsa Jepang yang menyimpan uang dan menghindari utang agar sukses dan bahagia dalam hidupnya. Mungkin, fakta ini menjelaskan mengapa kualitas hidup bangsa Jepang lebih tinggi daripada masyarakat di barat dan selatan.
[ Fakta Menarik ]
Sikap yang tidak dimiliki bangsa Jepang :
Suka berutang
Pemborosan dan penyia-nyiaan waktu, tenaga, dan uang
Mengobrol pada waktu bekerja
Sumber: Inspirasi

Kategori: Inspirasi

Hindari 7 Pembunuh Karir Anda

Februari 11, 2008 · 1 Komentar

Hindari 7 Pembunuh Karir Anda

Anda pasti baru saja memasukkan kata “karir” dalam daftar resolusi 2008 yang Anda buat sebulan yang lalu. Bagaimana sejauh ini, apakah Anda sudah mengambil langkah-langkah awal untuk mewujudkannya? Apapun yang Anda harapkan dari karir Anda tahun ini, yang pasti merujuk pada perkembangan, kemajuan dan peningkatan ke arah yang lebih baik dan menjanjikan.

Sambil terus melakukan upaya-upaya yang mendukung terpenuhinya harapan-harapan tersebut, Anda juga perlu mengenali faktor-faktor penghambatnya. Dengan mengenalinya sejak dini, akan akan terhindar dari kemungkinan kegagalan yang tidak Anda perhitungkan. Setidaknya ada 7 “dosa” yang harus Anda hindari di tempat kerja. Kalau tidak, 7 hal itu tidak hanya akan menjadi perintang melainkan bahkan juga akan membunuh karir Anda.

1. Bangga

Keberhasilan demi keberhasilan di tempat kerja membuat Anda merasa luar biasa sehingga cenderung mengecilkan fakta bahwa itu semua tak lepas dari dukungan atau pun asistensi orang-orang di sekitar Anda, dan khususnya mereka yang berada di bawah Anda. Anda pun menjadi seorang yang egosentris, dam lambat-laun –mungkin tanpa Anda sadari- mulai meremehkan dukungan orang lain. Kebanggaan pada diri yang berlebihan akan mematikan semangat tim yang hakikatnya dibangun dari bawah dan bisa mempercepat laju karir seseorang. Merasa diri adalah bagian dari kesatuan sebuah tim, akan memberi sukses yang berjangka panjang.

2. Iri Hati

Penghargaan kepada individu diberikan oleh perusahaan berdasarkan prestasi yang dicapai oleh yang bersangkutan. Tapi, Anda selalu mempertanyakan, “Apa dia pantas mendapatkannya?” dan lalu merasa, “Saya lebih pantas.” Perasaan seperti itu bisa merusak dan menjauhkan Anda dari kemampuan untuk fokus pada tugas dan tanggung jawab yang ada di tangan Anda sendiri. Menjadi orang yang selalu mencemburui orang lain di tempat kerja bisa menyabotase harga diri Anda. Dan, harga diri adalah karakteristik penting dari setiap pekerja atau pun eksekutif yang sukses. Daripada iri hati, lebih baik saling bergandeng tangan bahu-membahu, dan itu bisa memotivasi kerja menuju sukses.

3. Marah

Kemarahan perlu dikontrol. Marah tidak memberi keuntungan apapun di tempat kerja. Tak seorang pun akan terbantu kalau Anda marah. Sebaliknya, marah hanya akan merusak reputasi dan citra Anda di mata teman, atasan maupun bawahan. Boleh saja Anda tidak setuju dengan orang lain, dan berusaha untuk melindungi kepentingan Anda akan sebuah pekerjaan atau proyek yang sedang Anda tangani. Dan bagus kalau Anda merasa passionate pada tugas Anda. Namun pelajarilah bagaimana menyalurkan emosi-emosi itu dalam aksi-aksi yang akan menguntungkan Anda di mata orang lain, khususnya tentu di mata atasan. Seorang yang mudah marah jarang sekali mendapatkan promosi kenaikan jabatan karena dinilai akan sulit menginspirasi atau memotivasi orang lain.

4. Berpikir pendek

Selalu ingin “lebih” dan “segera” adalah hasrat yang mendasari setiap usaha untuk mencapai tujuan-tujuan karir. Namun, menyalurkan hasrat itu secara ekstrim, misalnya dengan “menghalalkan segala cara” akan merugikan diri sendiri. Anda jadi kehilangan arah dan kehidupan Anda menjadi tidak seimbang. Jalan menuju sukses menghendaki pendekatan jangka panjang dalam semua aspek pekerjaan. Fokus pada kecepatan dan capaian-capaian jangka pendek hanya baik untuk sesaat, dan ketika dihadapkan pada hal-hal di tahap berikutnya, Anda tidak siap.

5. Mudah puas

Pada sisi lain, mudah puas dan kemalasan tidak memiliki tempat di dunia kerja. Setelah berhasil mencapai satu tahap lalu berhenti dan berharap capaian itu bisa mengantarkan ke sukses berikutnya dalam perjalanan karir adalah mustahil. Lebih-lebih dalam iklim kompetitif dewasa ini, hanya mereka yang terus berproses dan menindaklanjuti pertumbuhannya, dan senantiasai memperbarui kontribusinya yang akan sukses.

6. Ketidakseimbangan

Sejumlah orang bergerak naik terlalu cepat dalam jenjang jabatan perusahaan tapi kemudian berakhir dengan kegagalan. Segala yang berlebihan dan tidak wajar tidaklah bagus –khususnya jika Anda tidak siap dengan tantangannya. Penting untuk memastikan bahwa Anda tidak hanya siap secara profesional untuk mengambil tantangan yang lebih besar, tapi juga kehidupan personal juga mesti disiapkan untuk tuntutan-tuntutan baru tersebut. Mencapai sukses karir sebaiknya tidak mengesampingkan keseimbangan hidup, dan hasrat profesional yang “salah tempat” bisa menciptakan masalah di kemudian hari. (portalhr)

Have a positive day!

Dikutip dari milis inspirasi 

Kategori: Inspirasi

Memandang Setiap Individu Unik, Istimewa dan Penting

Desember 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Memandang Setiap Individu Unik, Istimewa dan Penting

Pribadi yang rendah hati biasanya memandang bahawa orang lain memiliki keunikan dan keistimewaan, sehingga dia sentiasa membuat orang lain merasa penting. Kerana sesungguhnya setiap pribadi adalah istimewa. Setiap orang adalah unik dan berhak untuk dihargai. Manusia adalah pribadi yang harus diperlakukan khusus. Manusia adalah makhluk yang sangat sensitif. Jika kita meragukan hal ini, lihat diri kita sendiri dan perhatikan betapa mudahnya kita merasa disakiti atau tersinggung.

Jika apa yang kita pikirkan mengenai orang lain berubah, maka sikap dan tindakan mereka terhadap kita juga akan berubah. Karena manusia sangat sensitif satu sama lain dalam banyak hal, kita biasanya sangat peka terhadap apa yang dipikirkan oleh satu sama lainnya. Jika hubungan kita dengan isteri/suami, kekasih, teman, rakan kerja atau orang tua kita tidak sebagaimana kita harapkan, cobalah lihat lebih jauh ke dalam fikiran kita, apa yang sesungguhnya kita pikirkan saat ini tentang orang tersebut. Kita pasti memiliki hal-hal atau gambaran yang sangat negatif atau positif tentang seseorang.

Mendengar dan Menerima Kritik

Salah satu ciri kerendahan hati adalah dapat mendengar pendapat, saranan dan menerima kritik dari orang lain. Sering dikatakan bahawa Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut, yang dimaksudkan agar kita lebih banyak mendengar daripada bercakap. Kadang-kadang hanya dengan mendengarkan saja kita dapat menguatkan orang lain yang sedang dilanda kesedihan atau kesulitan. Dengan hanya mendengar, kita dapat memecahkan sebagian besar masalah yang kita hadapi. Mendengar juga berarti membuka diri dan menerima, suatu sifat yang menggambarkan kerelaan untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain maupun diri kita sendiri.

Demikian halnya dengan kritik, harus sentiasa dipandang sebagai saranan untuk kita belajar dan berusaha. Kritik harus kita pandang sebagai sumber kita untuk mengembangkan diri, bukan untuk menunjukkan kita salah atau benar. Apapun bentuk dan cara penyampaian kritik harus sentiasa kita pandang positif dalam proses pembelajaran yang berlangsung terus menerus dalam hidup kita. Banyak sekali dari kita yang memandang kritik sebagai hal yang pribadi yang menunjukkan kelemahan dan kegagalan kita. Padahal sebaliknya kritik menunjukkan kemenangan dan kedewasaan kita dalam menghadapi setiap tentangan dan kesulitan.

Berani Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf

Salah satu ciri kerendahan hati adalah sentiasa berani mengakui kesalahan dan meminta maaf jika melakukan kesalahan atau menyinggung perasaan orang lain. Manusia rendah hati adalah manusia yang sangat peduli dengan perasaan orang lain. Bedakan dengan mereka yang sentiasa peduli dengan apa yang dikatakan orang lain. Orang seperti ini bukan rendah hati, tetapi rendah diri atau tidak memiliki rasa percaya diri, sehingga dia selalu khawatir dengan apa yang akan difikirkan atau dikatakan orang lain tentang dirinya.

Rela Memaafkan

Rela memaafkan merupakan ciri seseorang yang rendah hati. Bahkan dalam setiap agama dikatakan bahawa kita harus memaafkan kesalahan sesama kita, karana Tuhan juga mengampuni dosa-dosa kita. Sifat ini tidak selalu kita temui dalam kehidupan seharian kita. Masih banyak dari kita yang tidak dapat memaafkan orang lain dan sentiasa hidup dalam dendam dan sakit hati. Rela memaafkan lebih ditujukan kepada kepentingan diri kita sendiri, untuk menghindarkan kita dari sakit penyakit dan tekanan dalam kehidupan kita.

Lemah Lembut dan Penuh Pengendalian Diri

Ciri yang jelas dari orang yang rendah hati adalah sikapnya yang lemah lembut (gentle) dan penuh pengendalian diri (self control). Dia tidak pernah membiarkan emosinya tidak terkendali dan lepas kontrol. Dia tidak menunjukkan kemarahan dengan sikap kasar, kata-kata yang tidak baik, atau melakukan tindakan fisik. Kemarahan dia tunjukkan dalam rangka mendidik orang lain. Kemarahan atau kekecewaan yang dirasakan senantiasa dapat dia kendalikan sepenuhnya, dalam arti bukan dilupakan, diacuhkan atau ditahan (supressed), tetapi dilepaskan dengan pasrah (released).

Kategori: Artikel · Inspirasi

Sayap Baru si Golden Boy

November 1, 2007 · 1 Komentar

para-group.jpg

TEMPO Edisi. 35/XXXVI/22 – 28 Oktober 2007

Ekonomi dan Bisnis

TEMPO Edisi. 35/XXXVI/22 – 28 Oktober 2007

Ekonomi dan Bisnis

Sayap Baru Si Golden Boy

Setelah menguasai bisnis keuangan dan media, Para Group milik Chairul Tanjung
mulai terjun ke penerbangan, perkebunan, gaya hidup, dan hiburan. Modal siapa di balik ekspansi agresif itu?

PADA mulanya Chairul Tanjung hanya seorang dokter gigi lulus an Universitas
Indonesia yang banting setir menjadi pengusaha sepatu. Ia bukan saudagar kesohor, bukan pula anak konglomerat ternama.

Namanya baru mencuat tatkala ia memiliki Bank Mega pada 1996. Ketika konglomerat bertumbang an dihantam krisis pada 1998, garis tangan Chairul
berubah. Bisnis anak Jakarta ini justru menjulang. Sekarang pria 45 tahun itu menjadi buah bibir di kalangan pengusaha nasional.

Sayap bisnisnya berkembang cepat. Ia bukan lagi cuma memiliki Bank Mega, Bandung
Super Mall, serta Trans TV dan Trans-7, melainkan sudah lebih luas. Ia merambah bisnis jasa keuangan, media dan gaya hidup, properti, perkebunan, energi, serta pertambangan. Chairul sangat agresif dan giat mencari peluang baru, menurut Ishadi, bekas orang pemerintah yang kini Direktur Utama Trans TV.

trans-tv.jpg

Belum lama ini, Chairul ”menjelma” menjadi distributor produk-produk retail
bergengsi di Indonesia. Chairul telah mengakuisisi PT Mahagaya Perdana, distributor merek terkenal seperti Mango, Prada, Escada, Gucci, Hugo Boss, Alfred Dunhill, dan Ettiene Aig ner. Ia akan menantang Mitra Adi Perkasa yang selama ini menjadi penguasa bisnis itu.
gucci.jpg
Ia juga masuk ke bisnis makanan-minuman dengan membeli lisensi kafe ternama
Coffee Bean dan es krim berkelas Baskin-Robbins. ”Dalam setahun banyak sekali perusahaan diakuisisi,” kata seorang karyawan divisi jasa ke uangan grup itu yang mengaku heran dengan pesatnya bisnis bosnya.

Sekarang grup ini sedang menggodok rencana baru prestisius: melebarkan sayap dan
menjadi pemain kunci di kawasan Asia. Pada tahap awal, nama induk usaha Grup Para akan diubah jadi Chairul Tanjung Corporation (CT Corp.) agar lebih mudah dikenal. Tahun depan nama baru itu kabarnya diluncurkan.

Bersamaan dengan perubahan nama, beberapa proyek raksasa dimatangkan jajaran
petinggi kelompok bisnis ini. Di antaranya membangun maskapai pener bangan, perkebunan seluas 500 ribu hektare, energi listrik, pertambangan, serta pusat hiburan terbesar di Indonesia timur.

Untuk bisnis penerbangan, menurut Chaeral Tanjung, salah satu petinggi di
kelompok bisnis ini, pihaknya sedang mempersiapkan keuangan, operasionalisasi, sumber daya manusia, dan keamanannya.

”Pokoknya, kami tak akan tampil seperti maskapai sekarang,” kata adik Chairul
tersebut. Maksudnya, ia tak mau hadir sebagai maskapai yang banyak masalah seperti banyak maskapai sekarang ini.

Dengan bendera Trans-Air, mereka membidik segmen khusus, yakni kelas eksekutif.
Tarifnya dipatok dua kali lipat lebih mahal dari harga tiket Garuda Indonesia. Misalnya, tiket Garuda Rp 1 juta, maka Trans-Air akan mematok harga Rp 2 juta. ”Itu sesuai dengan layanan berkelas Concorde yang akan ditawarkan,” kata sumber di Grup Para. ”Slogannya, kalau terbang tidak naik Trans-Air, tidak keren gitu deh.”

Di Makassar, Chairul sedang membangun proyek hiburan terpadu. Kawasan wisata
bernama Trans Studio Resort Makassar senilai Rp 1 triliun dibangun di lahan seluas 12,7 hektare. Di proyek ini, ia bekerja sama dengan Grup Kalla. Mereka akan menampilkan berbagai atraksi permainan ala Disneyland.

disneyland.jpg

Bukan cuma di Makassar, Chairul mulai menjamah kawasan lain di Sulawesi hingga
Kalimantan. Di sana ia mengejar mimpi besar menjadi pemain baru perkebunan—seperti Sinar Mas atau Raja Garuda Mas. Targetnya menguasai 500 ribu hektare dengan investasi tri liunan rupiah. Ia pernah berasumsi, untuk lahan seluas 200 ribu hektare saja, diperlukan dana Rp 5 triliun.

Di belahan bumi Sumatera dan Jawa Barat, bekerja sama dengan PT Pertami na, dua
tahun lalu ia berniat membangun tiga pembangkit listrik tenaga panas bumi senilai US$ 1,5 miliar. Sayangnya, sampai sejauh ini kontrak kerja sama itu belum jelas tindak lanjutnya. ”Itu tak batal, tapi masih dijajaki,” kata Ishadi.

Siapa mesin uang di balik investasi raksasa Chairul? Banyak mata melirik pada
kedekatannya dengan Anthoni Salim, pemilik Grup Salim yang kesohor itu. Apalagi Chairul memang bekerja sama dengan Grup Salim di sejumlah bisnis, misalnya di perusahaan investasi Singapura, Asia Medic, yang mereka akuisisi tahun lalu.

Chairul memang kelihatan bersama Anthoni Salim ketika bertemu dengan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan visi Indonesia 2030, Maret lalu. Adakah dana Anthoni yang dikelola Chairul selama ini?

Ketika soal sumber dana ekspansi ini dikonfirmasikan kepada Chairul, ia tegas
membantahnya. Ia menampik keras sebutan operator Grup Salim. ”Saya bisa berhasil karena kerja keras,” kata Chairul dalam sebuah wawancara dengan Tempo beberapa waktu lalu.

Namun seorang eksekutif Grup Para menyebutkan bahwa Salim sesungguhnya memiliki
belasan persen saham Bank Mega. Itu terjadi saat bank ini menawarkan saham perdana tujuh tahun lalu. Tapi peran Salim dalam pengembangan Para ditolak mentah-mentah oleh Ishadi dan Direktur Utama Bank Mega Yungki Setiawan. Menurut mereka, Chairul mudah mendapatkan dana karena bisnisnya berkembang baik.

Ada saja institusi keuangan dunia yang menawarkan dana kepada Grup Para, seperti
Citigroup dan JP Morgan. ”Chairul dikenal sebagai golden boy atau anak emas,” kata Ishadi. ”Di Singapura saja ia gampang cari dana murah.”

Siapa pun penyokong dana grup ini, yang jelas bisnisnya sudah menggurita. Saking
banyaknya aset, menurut Ishadi, Grup Para perlu mengkonsolidasi diri dalam tiga fokus bisnis. Pertama, jasa keuangan, dinaungi oleh Mega Global Finance. Itu mencakup Bank Mega, Bank Syariah Mega, Mega Capital, Mega Insu rance, Mega Life, dan Para Financing.

Kedua, bidang media, gaya hidup, dan hiburan, yang dipayungi Trans Corpora. Ini
meliputi Trans TV, Trans-7, Trans Lifestyle, Mahagaya, PT Bara Bali, serta properti seperti Bandung Super Mall dan Batam Indah Investindo. Sedangkan ketiga, CT Global Resources, yang membawahkan perkebunan, energi, dan pertambangan.

Ekspansi usaha ini ditujukan untuk menciptakan sinergi positif. Itu sudah
terbukti di Bank Mega, yang sukses mendongkrak pertumbuhan bisnis secara signifikan. Bank ini sepuluh tahun lalu cuma bank kecil beraset ratusan miliar rupiah, tapi sekarang sudah beraset Rp 30 triliun.

Program sinergi juga dijalankan di Bank Mega. Dengan Mega Life dan Mega Capital,
misalnya, ia
menciptakan produk investasi berbiaya murah, tapi menarik karena berasuransi.
Melalui Trans TV,
Bank Mega membombardir pemirsa dengan iklan tabungan berhadiah. Sedangkan dengan
Mahagaya dan
Coffee Bean, mereka memberikan diskon khusus bagi pemilik kartu kredit Bank
Mega.

Bahkan bukan cuma dengan sesama anak usaha mereka bermitra. Dengan grup besar
lain pun Grup Para
menjalin kerja sama. Misalnya dengan Sinar Mas di Mega Life, dengan Gramedia di
Trans-7, atau
dengan Grup Kalla di Trans-Makassar, juga dengan Grup Salim ”Sekarang ini memang
eranya bersinergi
jika tak mau tenggelam,” kata Yungki.

Dengan sinergi itu pula Chairul memasang target tinggi bagi semua anak usaha.
Bank Mega, kata
Yungki, sudah ditargetkan naik peringkat dari posisi ke-12 saat ini menjadi 5
bank teratas
nasional sepuluh tahun lagi. Artinya, dengan memperhitungkan sejarah pertumbuhan
10-20 persen,
total asetnya diperkirakan menyentuh Rp 200 triliun dalam satu dekade mendatang.

Melihat ambisi besarnya, menurut eksekutif Grup Para, Chairul yang juga Ketua
Yayasan Forum
Indonesia ini sangat mungkin mewujudkan mimpinya pada 2030, yaitu CT Corp. masuk
30 perusahaan
Indonesia di daftar 500 perusahaan besar dunia versi majalah Fortune. ”Jika
sudah berniat, ia
bertekad mewujudkannya,” kata eksekutif ini.

Asalkan itu dicapai lewat proses bisnis yang sehat, jauh dari kolusi ala Orde
Baru, pasti banyak
orang ikut bangga.

Heri Susanto

Setelah menguasai bisnis keuangan dan media, Para Group milik Chairul Tanjung
mulai terjun ke
penerbangan, perkebunan, gaya hidup, dan hiburan. Modal siapa di balik ekspansi
agresif itu?

PADA mulanya Chairul Tanjung hanya seorang dokter gigi lulus an Universitas
Indonesia yang banting
setir menjadi pengusaha sepatu. Ia bukan saudagar kesohor, bukan pula anak
konglomerat ternama.
Namanya baru mencuat tatkala ia memiliki Bank Mega pada 1996.

Ketika konglomerat bertumbang an dihantam krisis pada 1998, garis tangan Chairul
berubah. Bisnis
anak Jakarta ini justru menjulang. Sekarang pria 45 tahun itu menjadi buah bibir
di kalangan
pengusaha nasional.

Sayap bisnisnya berkembang cepat. Ia bukan lagi cuma memiliki Bank Mega, Bandung
Super Mall, serta
Trans TV dan Trans-7, melainkan sudah lebih luas. Ia merambah bisnis jasa
keuangan, media dan gaya
hidup, properti, perkebunan, energi, serta pertambangan. Chairul sangat agresif
dan giat mencari
peluang baru, menurut Ishadi, bekas orang pemerintah yang kini Direktur Utama
Trans TV.

Belum lama ini, Chairul ”menjelma” menjadi distributor produk-produk retail
bergengsi di
Indonesia. Chairul telah mengakuisisi PT Mahagaya Perdana, distributor merek
terkenal seperti
Mango, Prada, Escada, Gucci, Hugo Boss, Alfred Dunhill, dan Ettiene Aig ner. Ia
akan menantang
Mitra Adi Perkasa yang selama ini menjadi penguasa bisnis itu.

Ia juga masuk ke bisnis makanan-minuman dengan membeli lisensi kafe ternama
Coffee Bean dan es
krim berkelas Baskin-Robbins. ”Dalam setahun banyak sekali perusahaan
diakuisisi,” kata seorang
karyawan divisi jasa ke uangan grup itu yang mengaku heran dengan pesatnya
bisnis bosnya.

Sekarang grup ini sedang menggodok rencana baru prestisius: melebarkan sayap dan
menjadi pemain
kunci di kawasan Asia. Pada tahap awal, nama induk usaha Grup Para akan diubah
jadi Chairul
Tanjung Corporation (CT Corp.) agar lebih mudah dikenal. Tahun depan nama baru
itu kabarnya
diluncurkan.

Bersamaan dengan perubahan nama, beberapa proyek raksasa dimatangkan jajaran
petinggi kelompok
bisnis ini. Di antaranya membangun maskapai pener bangan, perkebunan seluas 500
ribu hektare,
energi listrik, pertambangan, serta pusat hiburan terbesar di Indonesia timur.

Untuk bisnis penerbangan, menurut Chaeral Tanjung, salah satu petinggi di
kelompok bisnis ini,
pihaknya sedang mempersiapkan keuangan, operasionalisasi, sumber daya manusia,
dan keamanannya.
”Pokoknya, kami tak akan tampil seperti maskapai sekarang,” kata adik Chairul
tersebut. Maksudnya,
ia tak mau hadir sebagai maskapai yang banyak masalah seperti banyak maskapai
sekarang ini.

Dengan bendera Trans-Air, mereka membidik segmen khusus, yakni kelas eksekutif.
Tarifnya dipatok
dua kali lipat lebih mahal dari harga tiket Garuda Indonesia. Misalnya, tiket
Garuda Rp 1 juta,
maka Trans-Air akan mematok harga Rp 2 juta. ”Itu sesuai dengan layanan berkelas
Concorde yang
akan ditawarkan,” kata sumber di Grup Para. ”Slogannya, kalau terbang tidak naik
Trans-Air, tidak
keren gitu deh.”

Di Makassar, Chairul sedang membangun proyek hiburan terpadu. Kawasan wisata
bernama Trans Studio
Resort Makassar senilai Rp 1 triliun dibangun di lahan seluas 12,7 hektare. Di
proyek ini, ia
bekerja sama dengan Grup Kalla. Mereka akan menampilkan berbagai atraksi
permainan ala Disneyland.

Bukan cuma di Makassar, Chairul mulai menjamah kawasan lain di Sulawesi hingga
Kalimantan. Di sana
ia mengejar mimpi besar menjadi pemain baru perkebunan—seperti Sinar Mas atau
Raja Garuda Mas.
Targetnya menguasai 500 ribu hektare dengan investasi tri liunan rupiah. Ia
pernah berasumsi,
untuk lahan seluas 200 ribu hektare saja, diperlukan dana Rp 5 triliun.

Di belahan bumi Sumatera dan Jawa Barat, bekerja sama dengan PT Pertami na, dua
tahun lalu ia
berniat membangun tiga pembangkit listrik tenaga panas bumi senilai US$ 1,5
miliar. Sayangnya,
sampai sejauh ini kontrak kerja sama itu belum jelas tindak lanjutnya. ”Itu tak
batal, tapi masih
dijajaki,” kata Ishadi.

Siapa mesin uang di balik investasi raksasa Chairul? Banyak mata melirik pada
kedekatannya dengan
Anthoni Salim, pemilik Grup Salim yang kesohor itu. Apalagi Chairul memang
bekerja sama dengan
Grup Salim di sejumlah bisnis, misalnya di perusahaan investasi Singapura, Asia
Medic, yang mereka
akuisisi tahun lalu.

Chairul memang kelihatan bersama Anthoni Salim ketika bertemu dengan Presiden
Susilo Bambang
Yudhoyono saat menyampaikan visi Indonesia 2030, Maret lalu. Adakah dana Anthoni
yang dikelola
Chairul selama ini?

Ketika soal sumber dana ekspansi ini dikonfirmasikan kepada Chairul, ia tegas
membantahnya. Ia
menampik keras sebutan operator Grup Salim. ”Saya bisa berhasil karena kerja
keras,” kata Chairul
dalam sebuah wawancara dengan Tempo beberapa waktu lalu.

Namun seorang eksekutif Grup Para menyebutkan bahwa Salim sesungguhnya memiliki
belasan persen
saham Bank Mega. Itu terjadi saat bank ini menawarkan saham perdana tujuh tahun
lalu. Tapi peran
Salim dalam pengembangan Para ditolak mentah-mentah oleh Ishadi dan Direktur
Utama Bank Mega
Yungki Setiawan. Menurut mereka, Chairul mudah mendapatkan dana karena bisnisnya
berkembang baik.
Ada saja institusi keuangan dunia yang menawarkan dana kepada Grup Para, seperti
Citigroup dan JP
Morgan. ”Chairul dikenal sebagai golden boy atau anak emas,” kata Ishadi. ”Di
Singapura saja ia
gampang cari dana murah.”

Siapa pun penyokong dana grup ini, yang jelas bisnisnya sudah menggurita. Saking
banyaknya aset,
menurut Ishadi, Grup Para perlu mengkonsolidasi diri dalam tiga fokus bisnis.
Pertama, jasa
keuangan, dinaungi oleh Mega Global Finance. Itu mencakup Bank Mega, Bank
Syariah Mega, Mega
Capital, Mega Insu rance, Mega Life, dan Para Financing.

Kedua, bidang media, gaya hidup, dan hiburan, yang dipayungi Trans Corpora. Ini
meliputi Trans TV,
Trans-7, Trans Lifestyle, Mahagaya, PT Bara Bali, serta properti seperti Bandung
Super Mall dan
Batam Indah Investindo. Sedangkan ketiga, CT Global Resources, yang membawahkan
perkebunan,
energi, dan pertambangan.

Ekspansi usaha ini ditujukan untuk menciptakan sinergi positif. Itu sudah
terbukti di Bank Mega,
yang sukses mendongkrak pertumbuhan bisnis secara signifikan. Bank ini sepuluh
tahun lalu cuma
bank kecil beraset ratusan miliar rupiah, tapi sekarang sudah beraset Rp 30
triliun.

Program sinergi juga dijalankan di Bank Mega. Dengan Mega Life dan Mega Capital,
misalnya, ia
menciptakan produk investasi berbiaya murah, tapi menarik karena berasuransi.
Melalui Trans TV,
Bank Mega membombardir pemirsa dengan iklan tabungan berhadiah. Sedangkan dengan
Mahagaya dan
Coffee Bean, mereka memberikan diskon khusus bagi pemilik kartu kredit Bank
Mega.

bank-mega.jpg

Bahkan bukan cuma dengan sesama anak usaha mereka bermitra. Dengan grup besar
lain pun Grup Para
menjalin kerja sama. Misalnya dengan Sinar Mas di Mega Life, dengan Gramedia di
Trans-7, atau
dengan Grup Kalla di Trans-Makassar, juga dengan Grup Salim ”Sekarang ini memang
eranya bersinergi
jika tak mau tenggelam,” kata Yungki.

Dengan sinergi itu pula Chairul memasang target tinggi bagi semua anak usaha.
Bank Mega, kata
Yungki, sudah ditargetkan naik peringkat dari posisi ke-12 saat ini menjadi 5
bank teratas
nasional sepuluh tahun lagi. Artinya, dengan memperhitungkan sejarah pertumbuhan
10-20 persen,
total asetnya diperkirakan menyentuh Rp 200 triliun dalam satu dekade mendatang.

Melihat ambisi besarnya, menurut eksekutif Grup Para, Chairul yang juga Ketua
Yayasan Forum
Indonesia ini sangat mungkin mewujudkan mimpinya pada 2030, yaitu CT Corp. masuk
30 perusahaan
Indonesia di daftar 500 perusahaan besar dunia versi majalah Fortune. ”Jika
sudah berniat, ia
bertekad mewujudkannya,” kata eksekutif ini.

Asalkan itu dicapai lewat proses bisnis yang sehat, jauh dari kolusi ala Orde
Baru, pasti banyak
orang ikut bangga.

Heri Susanto

Kategori: Inspirasi

Tips Mengendalikan dan Menahan Marah

Oktober 5, 2007 · 1 Komentar

Dear All My Friends,

marah

Di bawah ini, saya tuliskan beberapa TIPS agar kita bisa mengendalikan dan menahan MARAH:

1. BERWUDHU & SHOLAT

  • Berwudhu akan mengurangi panasnya “bara” amarah di dalam hati. Dan, sholat akan membuat pernafasan Anda menjadi lebih pelan dan lebih rileks. Ini sebuah cara ampuh untuk menurunkan tekanan psikologis maupun stress.

2. LEBIH RELIGIUS

  • Jika selama ini Anda kurang aktif di pengajian ataupun kegiatan keagamaan lainnya, kenapa tidak segera memulainya lagi? Berada di Komunitas Spiritual, akan membantu diri kita mencapai prospek filosofi yang positif. Dan, ini pada akhirnya akan mengekang segala kesinisan, amaeah, dan juga agresi.

3. SERINGLAH TERTAWA

  • Amarah dan humor memang tidak sama dan tak mungkin dalam satu waktu. Sehingga jika Anda mau tertawa, dan tak ada salahnya Anda menertawakan diri sendiri pada saat suasana mulai tidak mengenakkan hati…maka amarah yang siap keluar bakal mereda, jika Anda bisa menganggap tragedi itu hanyalah sebuah “banyolan” belaka.

4. MENDENGARKAN

  • Cobalah untuk menutup mulut, diam…mendengarkan. Sudah banyak bukti, bahwa diam sanggup meredam amarah, saat bersitegang dengan lawan bicara. Setelah itu, saat Anda berbicara, maka nada bicara Anda akan terdengar lebih bijak. Ini bisa membuat orang lain belajar kepada Anda.

5. TINGKATKAN EMPATI

  • Lihatlah situasinya menurut sudut pandang orang lain. Ini akan membuat Anda menemukan kecakapan baru, bahwa Anda bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Maka, orang lain akan lebih menghargai Anda.

6. MEMAAFKAN

  • Betapa pun Anda pernah luka di “hati” yang dalam membekas, cobalah untuk memaafkan…meskipun menurut Anda hal itu tidak mungkin untuk dimaafkan. Cobalah melepaskan amarah dengan memaafkannya. Percayalah, Anda akan merasakan “pelepasan beban” yang membuat hidup jauh lebih ringan untuk dijalani.

7. TOLERANSI

  • Belajar menerima orang lain seperti apa adanya, bukan ingin menjadikan mereka sesuai kehendak Anda. Dengan sikap toleran ini, maka pada saat Anda berbicara, itu akan lebih didengarkan oleh orang lain.

8. MILIKI SAHABAT KARIB

  • Seorang sahabat karib, bisa dipercaya, dan dapat memberikan dukungan buat Anda, pada saat diperlukan. Sahabat juga tempat untuk berbagi. Dengan berbagi, gemuruh amarah akan menemukan pelepasannya, sehingga bisa diredakan.

9. BAHASA POSITIF & LUGAS

  • Meskipun marah karena merasakan ketidak adilan pada diri Anda, tetaplah fokus dan selektif. Gunakan bahasa positif namun lugas, simple, dengan nada suara yang rendah. Ini bisa membuat rasa marah mereda, dan bicara Anda pun akan lebih diperhatikan, dibandingkan jika Anda mengungkapkannya dengan nada tinggi dan keras, apalagi jika sampai memaki dan menghujat…yang mana bisa saja “seluruh isi kebun binatang” keluar dari mulut Anda.

10. MEMELIHARA BINATANG

  • Nah, daripada “seluruh isi kebun binatang” keluar dari mulut Anda, saat marah…mendingan Anda memelihara hewan kesayangan. Ini tidak menuntut banyak, kecuali makanan dan perhatian. Memelihara hewan kesayangan adalah tindakan bagus dan baik, sebagai awal Anda untuk belajar memperhatikan lingkungan sekitar Anda. Penelitian psikologis, menunjukkan bahwa secara fisik dan emosi, pemilik hewan kesayangan lebih baik, dibandingkan yang tidak memilikinya.

Demikian TIPS 10 LANGKAH MENGENDALIKAN & MENAHAN AMARAH ini. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, sesuai dengan keyakinan diri Anda sendiri.

dikutip dari milis Inspirasi

Kategori: Inspirasi

Tips Bugar Sepanjang Hari

September 28, 2007 · 1 Komentar

bugar.jpg

TIPS BUGAR SEPANJANG HARI

Sepanjang minggu kita bekerja, mulai pagi hingga petang. Tak jarang di akhir
minggu kita masih terus bekerja. Tak usah heran, karena tubuh kita dirancang

secara sempurna untuk bekerja, membangun bumi ini sebaik-baiknya demi

kesejahteraan kita dan generasi mendatang. Adakalanya kita melalui suatu

hari dengan penuh semangat, energetik, seolah tak kenal lelah. Sebaliknya,

tak jarang pula kita isi suatu hari dengan kelesuan, loyo dan murung. Memang

suasana hati dan fisik senantiasa naik turun. Meski begitu, bekerja seharian

penuh bersama hati dan fisik yang bugar selalu menyenangkan. Sedangkan,

bekerja bersama pikiran ruwet dan tubuh yang lesu, jauh dari kata

menyenangkan. Karena itu ada baiknya kita mensiasati bagaimana kita bisa

menumbuhkan kebugaran, menemukan energi dan semangat bekerja sepanjang hari.

Hukum bekerja itu sederhana saja: bila hati senang, kerja pun baik. Berikut

beberapa tips yang bisa anda coba untuk menemukan kebugaran jiwa dan tubuh

sepanjang hari kerja yang padat.

1. Mulailah hari anda dengan pikiran positif.

Ketika pertama kali anda membuka pelupuk mata di pagi hari, ucapkan syukur
bahwa anda masih diberi kesempatan untuk menjalani hari ini. Bersiaplah

untuk memberikan sesuatu yang terbaik dari diri anda untuk bumi ini. Lakukan

khusyu, kontemplasi, meditasi atau apa pun namanya. Ini baik agar pikiran

anda jernih dan positif. Setelah itu, ada baiknya anda setel musik ceria

kegemaran anda. Lalu, go, go, go, siap bekerja.

2. Lakukan olahraga ringan.

Berikan kebugaran pada tubuh anda dengan melakukan olahraga ringan. Hirup
udara banyak-banyak. Biarkan tubuh anda bergerak dan berkeringat. Namun, tak

usah terlalu ngoyo. Lebih baik lagi, bila anda lakukan itu bersama-sama

dengan pasangan, anak-anak, atau teman-teman anda.

3. Jangan lupa sarapan secukupnya.

Sarapan adalah pemasok bahan bakar terpenting  (gula darah) bagi tubuh.
Sarapan bukan hanya bermanfaat di pagi hari, namun juga siang dan sore hari.

Sarapan akan menghindari anda dari jajan di jam kerja, sehingga membantu

anda menjaga berat tubuh, menguatkan daya pikir dan mempertahankan semangat

kerja. Namun demikian, yang penting adalah jenis makanan yang anda makan

haruslah lengkap, terutama protein yang bisa mempertahankan kadar gula darah

sepanjang hari. Bila perlu tambahkan susu. Agar anda berselera, susun menu

yang bervariasi.

4. Atur kegiatan hari anda sebaik-baiknya.

Sebelum anda bekerja, aturlah rencana kerja anda hari ini. Susun sebaik-baiknya sesuai dengan skala prioritas pencapaian tugas. Aturlah tugas-tugas anda sedemikian rupa agar anda tidak mudah kelelahan di pagi hari. Buat jadwal yang selang-seling dan sediakan waktu untuk istirahat. Meski begitu bersikaplah fleksibel untuk mengubah rencana anda. Segala
sesuatunya bisa terjadi. Belajarlah untuk membagi dan mendelegasikan tugas.

 5. Jaga terus kesegaran tubuh anda.

Jangan melulu duduk di belakang meja, sekali-kali bergerak dan berkeringatlah. Rasakan darah anda mengalir, dan oksigen memenuhi rongga dada anda. Minum air putih segar banyak-banyak untuk menjaga kebugaran
tubuh.

6. Istirahat itu penting.

Bekerja terus boleh-boleh saja, namun tanpa diselingi istirahat, anda akan
cepat jatuh loyo. Bahkan, petinju yang bertanding pun harus rehat selama

satu menit setiap tiga menitnya. Lakukan relaksasi dan peregangan untuk

tubuh anda, tarik nafas dalam-dalam, pejamkan mata anda sejenak, di

sela-sela pekerjaan anda. Jangan sia-siakan waktu rehat makan siang, tetapi

jangan makan terlalu kenyang. Ini malah membuat anda mengantuk. Makanlah

banyak sayur dan buah segar. Jangan tergoda untuk mengkonsumsi makanan

ringan kecuali bila anda benar-benar membutuhkannya.

7. Temukan kegembiraan dalam setiap keadaan.

Bugar bukan hanya kuat, namun segar dan penuh kegembiraan. Jangan jauhkan humor dari pekerjaan anda. Seberat-beratnya persoalan pasti ada jalan keluarnya. Serius tapi rileks. Jaga terus pikiran positif anda. Jauhi emosi negatif yang menghabiskan energi saja. Tetap jalin hubungan sosial dengan rekan-rekan anda.

8. Selesaikan pekerjaan kantor di kantor

Tuntaskan pekerjaan kantor di kantor. Ini mendorong anda untuk bekerja
produktif. Gunakan waktu setelah kerja untuk kehidupan pribadi, keluarga dan

orang-orang yang anda cintai. Isi pula dengan kegiatan sosial yang

memperhatikan sesama, menyalakan api spiritual diri anda, memperbaiki

lingkungan, dan sebagainya.

9. Cukupkan kebutuhan tidur anda. Kendaraan pun perlu beristirahat. Juga tubuh dan jiwa anda. Dan tempat istirahat terbaik adalah tidur yang nyenyak dan cukup. Aturlah jam tidur dan bangun yang teratur. Ini baik untuk kebugaran anda esok hari.

10. Perbanyak bersyukur.

Buka hari anda dengan bersyukur, tutup juga hari anda dengan bersyukur. Jaga
terus pikiran positif anda. Sudahlah, jauhkan kecemasan karena terlalu

banyak harapan dan angan-angan. Nikmati apa yang dianugerahkan pada anda

selama ini. Rasakan betapa kaaaaayanya hidup anda…!

Dikutip dari milis inspirasi punya Bro Yunus  

Kategori: Inspirasi

Menemukan Kelebihan dalam Kekurangan Pasangan

September 16, 2007 · 1 Komentar

cincinMenemukan Kelebihan dalam Kekurangan Pasangan

Sewaktu pacaran segala kekurangan pasangan tidak menjadi soal, Anda
malah tertarik dengan kekurangannya dan dapat memakluminya. Tetapi
setelah bertahun-tahun hidup bersama kekurangan tersebut membuat Anda
kesal, marah terhadapnya. Setiap orang adalah unik, bahkan keunikan
inilah yang memperkaya kehidupan perkawinan Anda.

Pernahkah Anda memberikan pujian pada pasangan akan keunikannya yang
tidak ada padamu ? Mungkin sebagian besar wanita akan enggan memberi-
kan pujian pada suaminya karena mereka beranggapan nanti dia besar
kepala atau saya dianggap murahan atau segudang alasan lainnya.
Demikian pula suami, mungkin mereka beranggapan tidak perlu memuji
istrinya lagi karena sudah suami-istri, malu kalau didengar anak-
anak, nanti diberi tanggapan sinis dari istrinya (“Pasti ada
maunya”). Alasan-alasan tersebut sering dijumpai dalam hubungan
sebagian besar pria-wanita.

Coba Anda beri pujian pada pasangan tanpa memikirkan lagi tanggapan
negatif yang mungkin dia berikan. Anda bisa bayangkan apa yang ter-
jadi padanya ? Pujian itu seperti semprotan adrenalin yang mem-
berikan semangat padanya, dan timbul perasaan senang dan puas akan
dirinya. Misalnya Anda memuji masakan istri Anda enak (meskipun Anda
tahu makanan tersebut agak asin) tetapi tanggapan dia akan luar biasa
dan dia akan memasak yang lebih enak lagi di lain waktu. Tentu hal
ini menyenangkan pula bagi Anda.

Sebaliknya kritik akan melubangi perasaan dan menyebabkan tenaga
keluar percuma antara lain sakit hati, marah dan perasaan negatif
lainnya. Kritik membuat kita merasa sudah mengecewakan seseorang.
Berbeda dengan pujian yang membantu memenuhi dua kebutuhan dasar
manusia yaitu merasa dirinya berarti, diperlukan, penting; dan ke-
butuhan merasa aman dalam suatu hubungan, saling memiliki dan selalu
siap satu sama lain. Anda dapat memberikan pujian kapan saja. Jangan
takut suami/ istri menjadi bosan kalau dipuji terus. Dari riset di-
ketahui bahwa semua orang begitu ingin dipuji oleh orang lain entah
karena prestasi, penampilan atau hal lainnya.

Mungkin ada yang bingung apa ya yang harus saya puji dari diri
pasangan saya? Semuanya biasa saja, nggak ada yang istimewa darinya.
Cobalah Anda teliti lagi. Bisa saja perbedaan kepribadian merupakan
salah satu keunikan yang bila dipuji akan memberikan pancaran
kekuatan baru baginya. Misalnya Anda termasuk orang yang teliti,
teratur dan tertutup. Berbeda dengan pasanganmu yang periang,
terbuka. Dia begitu senang membicarakan hal-hal pribadi pada orang
lain bahkan pada orang yang belum dikenal. Sedangkan Anda, pada orang
yang telah akrab baru bisa mengutarakan hal-hal yang bersifat
pribadi. Dia suka mencetuskan ide dan mengharapkan ada orang lain
yang bisa membantu memikirkannya pula. Anda menganggap suami hendak
benar-benar melakukan hal tersebut, dan bila Anda tidak menyenangi
ide tersebut, Anda dengan keras menentangnya. Maka terjadilah
perselisihan karena istri tidak mengerti cara berpikir suami.

Berbeda dengan istri yang perlu mempertimbangkan berjam-jam bahkan
berhari-hari dalam mempertimbangkan sesuatu sebelum melaksanakannya.
Dan ini membuat kesal suaminya. Tetapi dengan pemahaman perbedaan
kepribadian tersebut mereka dapat saling mengisi. Suami dengan idenya
yang spontan tanpa memikirkan apakah dapat terlaksana atau tidak,
dibantu oleh istri dalam merealisasikan. Istri memuji pasangannya
atas ide-idenya yang brilian dan sebaliknya suami memuji istrinya
atas sikap hati-hatinya dalam merealisasikan idenya tersebut.

Perbedaan kepribadian yang dulunya menjadi penyebab pertengkaran
sekarang menjadikan mereka suatu tim yang kuat.

Bisa juga Anda berdua membicarakan masa lalu atau saat pacaran yang
berkesan. Misal dulu sewaktu pacaran, dia rela antri 1 jam hanya
untuk membeli tiket bioskop yang Anda minta. Berikan pujian atas
tindakannya saat itu.

Kekurangan pasangan merupakan kelebihan Anda. Sebagai suami-istri
seharusnyalah saling mengisi. Bukan menjadikan kekurangan sebagai
senjata untuk menyerangnya tetapi sebagai kekuatan untuk membina
cinta diantara Anda berdua. Temukan sisi-sisi menarik dari pasanganmu
dan berilah pujian baginya sehingga ia juga memiliki tenaga untuk
memupuki tanaman cinta Anda berdua agar senantiasa berkembang

dikuti dari milis inspirasi

Kategori: Inspirasi

Selamat Berpuasa

September 10, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

ramadan-1.jpgHalo para blogers semua, selamat menunaikan Ibadah Puasa ya…

Kategori: Inspirasi

10 Cara Atasi Tumpukan Bacaan Yang Harus Dibaca

September 8, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

books10 Cara Atasi Tumpukan Bacaan Yang Harus Dibaca

Apakah bahan bacaan Anda begitu banyak sehingga sudah menggunung? Jika begitu,
sekarang waktunya untuk mengatasinya.
Berikut ini adalah 10 cara untuk melakukannya.

1.Beri tanda highlighter
Jika membaca koran atau majalah, bacalah dengan memakai Highlighter. Bacalah
dulu secara sepintas lalu seluruh halamannya dan tandai semua judul yang menarik
perhatian Anda. Kemudian kembali dari awal dan baca hanya artikel yang Anda
sudah beri tanda.

2.Sobeklah
Jika Anda tidak mempunyai waktu saat ini untuk membaca artikel yang sudah Anda
beri tanda, sobeklah halamannya dan tentukan waktu untuk membacanya nanti.
Dengan cara ini, Anda tidak perlu lagi mencarinya di seluruh koran atau majalah
Anda. Lagipula Anda tidak perlu menyimpan koran atau majalah yang tidak
diperlukan lagi.

3.Pakailah Kartu Indeks
Jika membaca buku, gunakan kartu indeks untuk mengingat bagian yang Anda anggap
penting. Di dalam kartu itu dicantumkan nomor halaman, bagian di halaman itu
(A=Atas, T=Tengah, B=Bawah) dan satu atau dua kata yang membantu Anda untuk
mengingat hal yang menarik perhatian Anda. Dengan demikian Anda tidak perlu
membuang waktu untuk mencarinya di seluruh bagian buku tersebut.

4.Membaca Cepat
Jika Anda mempunyai begitu banyak informasi yang harus Anda simpan, Anda mungkin
harus mengambil kursus Membaca Cepat. Atau anda dapat mencari buku mengenai hal
itu, dan melatihnya sendiri.

5.Tentukan Waktu Untuk Membaca
Tentukan tanggal dan waktu untuk membaca. Atau gunakan 15 menit setiap hari
untuk membaca, dan catatlah waktu ini di kalender Anda. Ingatlah janji ini,
seperti juga janji untuk mengerjakan hal lain. Dengan demikian, membaca akan
menjadi bagian dari rutinitas Anda.

6.Hindari Kekacauan
Karena koran berisi kejadian terakhir, koran kemarin berisi berita yang sudah
basi. Majalah hanya berlaku 1-2 bulan. Singkirkan koran dan majalah yang lama!

7.Buatlah File ‘Untuk Dibaca’
Bualah map khusus atau kerjangjang dengan tanda ‘UNTUK DIBACA’ untuk menyimpan
seluruh bachan bacaan Anda. Akan lebih mduah untuk melihat berapa banyak yang
harus Anda baca jika semuanya disimpan di satu tempat, daripada tersebar di
seluruh rumah atau kantor Anda.

8.Cobalah Realistis
Jika bahan bacaan Anda sudah terlihat menggunung, mungkin Anda mencoba untuk
mengerjakan terlalu banyak. Banyak orang yang terlalu ambisius dalam menentukan
berapa banyak waktu yang mereka dapat pakai untuk membaca. Jangan biarkan bahan
bacaan Anda melebihi tempat penyimpanannya. Jika begitu, sudah waktunya untuk
menyimgkirkan yang tak berguna.

9.Bawalah Bacaan Bersama Anda
Jika Anda merencanakan untuk pergi seharian, bawalah beberapa bahan bacaan Anda.
Jadi, jika Anda mempunyai kesempatan, Anda bisa dengan mudah membacanya.
Misalnya jika menunggu seseorang di kantor, sedang di kendaraan dalam
perjalanan, atau sedang antri di kounter.

10.Sumbangkan
Apakah Anda mempunyai buku atau majalah yang sudah tidak terpakai lagi? Anda
dapat menyumbangkannya ke perpustakaan atau menjual ke tokok buku bekas.
Perpustakaan setempat juga akan senang mendapat sumbangan majalah bekas.

Kategori: Inspirasi

10 Resep Sukses Orang Jepang

September 6, 2007 · & Komentar

sukses-jepang.jpgjepun.jpg10 Resep Sukses Bangsa Jepang
By Romi Satria Wahono

Setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh

1. KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

2. MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

4. LOYALITAS

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

5. INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

6. PANTANG MENYERAH

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. BUDAYA BACA

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).

8. KERJASAMA KELOMPOK

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

Tetap dalam perdjoeangan !

Kategori: Inspirasi

KUNCI MENGATUR KEHIDUPAN KERJA ANDA

Agustus 10, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Cobalah pikirkan seberapa sering kita mengeluh betapa sulitnya mengatur pekerjaan.
Kebanyakan orang akan mengatakan bahwa waktu yang tersedia tidaklah cukup,
sedang pekerjaan menumpuk tiada henti. Ketidakmampuan kita untuk mengatur
kehidupan kerja kita dapat menciptakan stress, menghabiskan waktu dan energi
serta memberikan kesan negatif pada orang lain. Berikut ini adalah 4 tips ringkas bagi
kita yang sulit mengatur pekerjaan bahkan kehidupan kerja kita sendiri.

KUNCI MENGATUR KEHIDUPAN KERJA ANDA

The Economics Press

1. Rapikan Ruang/Meja Kerja anda

Ruang kantor dan meja kerja yang berantakan menyulitkan anda untuk menemukan
sesuatu yang anda cari. Selain itu, juga mudah mendorong perilaku mental
kerja yang berantakan pula. Mulailah untuk mengatur rapi meja dan ruangan
kerja anda. Singkirkan barang-barang yang jarang atau tak pernah anda
gunakan. Letakkan barang-barang yang sering anda pakai di tempat yang mudah
anda jangkau. Bersihkan pula laci-laci meja anda. di situlah keberantakan
ruang kerja anda biasanya dimulai.

2. Rencanakan Kegiatan untuk Esok Hari

Pada setiap akhir jam kerja, sebelum anda pulang kantor, buatlah daftar
apa-apa yang perlu anda lakukan keesokan hari. Susunlah berdasarkan
prioritas yang semestinya. Jangan letakkan sebuah tugas pada urutan priortas
yang tertinggi hanya karena tidak terkerjakan di hari ini. Jika sebuah tugas
tidak memiliki deadline, tentukan terlebih dahulu sebelum anda menulisnya
dalam daftar prioritas.

3. Rencanakan Kegiatan Bersama Atasan Anda

Susun pula daftar kegiatan bersama atasan anda untuk esok hari; misal:
menghadiri rapat, menelepon rekanan kerja, menyelesaikan laporan dan lain
sebagainya. Bertemulah dengan atasan anda, keesokan paginya, dan ingatkan ia
apa-apa yang anda persiapan baginya. Sampaikan pula prioritas tugas-tugas
anda sendiri. Atasan anda memiliki sesuatu yang lebih penting bagi anda
untuk dikerjakan.

4. Bersiap-siaplah Untuk Hari Kerja Anda Sendiri

Pagi hari, reviewlah daftar tugas anda. Secara psikologis ini akan
memberikan kesiapan mental bagi anda. Selain itu, persiapkan diri anda untuk
menghadapi tugas-tugas yang mendadak. Tambahkan, hapus atau atur kembali
hal-hal yang telah atasan anda sampaikan sebelumnya. Lalu, bersiaplah secara
fisik dengan mengumpulkan informasi atau perlengkapan yang anda perlukan
bagi pelaksanaan tugas anda yang pertama. Sekali anda memulainya dari tugas
anda yang berprioritas paling tinggi, anda takkan tergoda untuk meninggalkan
meja kerja anda terlalu cepat.

(disadur dari “4 Keys To Organizing Your Work Life “, The Economics Press)

Selamat Bekerja,
Eva

Kategori: Inspirasi